Friday

Keceriaan itu menghilang ...


Di hari Jumat kekhusukan dalam beribadah sholat Jumat di kumandangkan hari itu saya berada di kantor untuk memenuhi kewajiban sebagai umat muslim, selepas itu hunting makan siang yang sudah memasuki jam 12.30 WIB ketoprak pun menjadi pilihan sembari melewati sang tukang ketoprak menjadi pemikat untuk santap siang.


Bekerja di depan komputer sembari nikmati makan siang seperti biasa jejering sosial saya buka dari mulai Facebook, Twitter hingga Google+ yang memang kebetulan istirahat siang belum habis dengan mengetik beberapa status teman memberikan komentar dan tidak satu pun saya tulis status pada pagi itu.

Jelang bekerja beraktivitas seperti biasanya selalu mengecek status update dari teman-teman Facebook kembali tanpa memberikan status wall pada acoount saya, yang mengejutkan keceriaan itu menghilang dari peredarannya di kotak search saya mencari keceriaan itu juga tidak ada. Harus apa maksudnya keceriaan itu harus menghilang tanpa jejak tanpa kata terakhir atau memang sengaja ingin menghilangkan jejak jejak keceriaannya.

Entah apa alasannya yang tak bisa saya temukan lagi keceriaannya hilang dengan berbagai asumsi dan opini yang terngiang dalam hati, menjadi sahabat keceriaan itu terasa menjalani kehidupan yang baik di muka bumi ini dapat bermain di hamparan savana dengan keceriaan dan senyum hingga becanda dan keceriaan itu tak pernah padam.

Saya harus mencari ke mana keceriaan itu lagi yang hilang tanpa jejak dan alesan jelas, apakah ini kesengajaan atau tidak ... entahlah sepertinya perlu rasanya menyampaikan dan bertanya, hadirkanlah keceriaan itu kembali, janganlah hilang dari hadirnya sebuah senyum, keceriaan itu perlu bagi saya.[abayamin exit]
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terima Kasih Atas Komentar, Mohon Untuk Tidak SPAM