Thursday

Kembali saya coba aktif ngeblog dari sekian bulan tidak menulis di blog tercinta ini, masih berkutat dengan dunia Camfrog walaupun saya pun jarang sekali untuk online tapi perubahan sangat besar untuk dunia Camfrog Indonesia. Beberapa kunjungan room budaya yang ditampilkan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik room tersebut, mungkin saya bukan duluan yang main camfrog dari versi 1.0 tapi perubahan yang amat besar yang terjadi yang saya rasakan.
Pada tahun 2007 menurut opini saya saat itu Camfrog Indonesia dalam bentuk sosial semua room hampir semua dikenal karena pada tahun itu room milik Indonesia tidak terlalu banyak bisa dilihat rangenya 1 hingga 50 baik yang hampir rata-rata berbasis room 18 + dibanding general yang tidak terlalu diminati kedudukannya.

Pada tahun itu juga terbentuklah sebuah Komunitas Camfroger Indonesia atau KACI yang dibentuk sekitar Oktober 2007, komunitas ini bukanlah komunitas room maupun wilayah akan tetapi sebuah kumpulan komunitas pengguna Camfrog baik berasal dari komunitas room maupun wilayah di Camfrog Indonesia. Makanya sayas selalu bilang KACI bukanlah milik satu orang maupun satu room melainkan KACI milik semua pengguna Camfrog Indonesia dengan misi yang sama yang "Camfroger Indonesia Jangan Bugil Didepan Kamera".

KACI adalah komunitas pembawa pesan dan moral untuk menggunakan aplikasi chatting Camfrog secara bijak, arif dan di manfaatkan sebaik-baiknya untuk hiburan dan bentuk sosial antar pengguna aplikasi ini sesuai dengan budaya Indonesia. Perkembangan room hingga tahun 2012 opini saya sangat pesat di tahun 2007 saja pro server buat room jauh lebih mahal waktu itu membuat room Back To Basic membutuhkan dana Rp.1.250.000 untuk jangka waktu 3 bulan untuk menampung 1000 user.

Perkembangan Room tahun ini seperti pendapat temen-temen yang masih eksis didunianya  untuk membuat room hanya membutuhkan sedikitnya Rp.300.000 saja cukup membuat room, belum lagi perkembangan tindak kejahatan dalam bertransaksi pernak pernik dan aksesoris Camfrog semakin marak dengan berbagai modus.

Akan tetapi masih banyak sisi yang mana pengguna menggunakan sebagai media komunikasi yang cocok baginya untuk menjalin pertemanan dan persahabatan, termasuk aktivitas lainnya yang dirasakan penting dalam sebuah bentuk sosial mereka. Dari stigma negatif yang melekat tapi masih ada pengguna yang menggunakan secara arif dan bijak.[abayamin-exit]
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terima kasih komentar anda yang membangun, kritis dan informatif. Mohon tidak lakukan spam maupun junk, untuk kemajuan kita bersama, budayakan komentar setiap kali anda melihat artikel di EXITWRITER