Transportasi Harus Beradaptasi Dengan Aplikasi


Terdengar suara radio favorit radio Elshinta mengarungi perjalanan saya dari Stasiun Depok Lama menuju Cawang dan halte Transjakarta Cawang arah Kuningan Barat, informasi tentang demontrasinya para supir taksi terutama operator Taksi Eks***** (14/03) yang menuntut ditutupnya apikasi Grabcar dan Uber.

Beberapa yang lalu saya pernah membedah ini diantaranya berjudul "Aplikasi ini Tidak Kalah Keren Dari Ojek Online (1)", "Apakah ini Aplikasi Mobile Milik Express Group ?", "Aplikasi ini Tidak Kalah Keren Dari Ojek Online Part 2",. Beberapa artikel saya tersebut membahas tentang taksi yang sedang mencoba beradaptasi dengan aplikasi.

Persaingan transportasi yang memiliki sangat ketat, dikala aplikasi seperti Uber dan Grabcar plat hitam yang coba keberuntungan dalam usaha, serta tarif yang lebih murah karena dihitung perkilo meter dari posisi penumpang ke tujuan. Tidak berpengaruh keadaan macet sedangkan taksi reguler seperti taksi Ekspress dan Blue Bird plat kuning favorit saya yang tertib membayar pajak serta transaksinya selama perjalanan dengan menggunakan argo yang dikenakan biaya buka pintu hingga argo yang terus berjalan dalam keadaan macet.


Mencari Solusi Untuk Transportasi

Dalam keadaan ini kita harus mencari solusi baik mengenai regulasi maupun aturan harga yang dikenakan, teknologi tidak bisa ditolak, inovasi tidak bisa dihindari kemajuan teknologi inovasi terus berkembang mengikuti zamannya. Mereka yang diam dan nyaman di zona aman dengan sistem transportasi yang dianggap usang akan tertinggal.

Sekedar usulan solusi berkaitan regulasi butuh ketegasan yang boleh beroperasi adalah yang berplat kuning baik berbadan koperasi maupun komunitas, supir taksi hanyalah korban yang harus berinovasi adalah para operator taksi yang mendekat dan mengikuti kemajuan sebuah teknologi inovasi bersaing sehat adalah kuncinya.

Seandainya harga yang dimiliki oleh taksi bukan argo lagi melainkan perkilometer dari posisi penumpang hingga tujuan menurut saya persaingan semakin sehat menjemput penumpang tidak lagi menunggu dipangkalan. Aplikasi inovasi dalam bidang transportasi sama halnya kedatangan telepon ditahun 70-80an, atau datangnya telepo selular di Indonesia termasuk kedatangannya internet di negara ini Awalnya banyak pro dan kontra tapi kalau kita cerdas memanfaatkan teknologi inovasi dengan baik insyallah jadi mendapat barokahnya.

Mari duduk bareng untuk memberikan solusi terbaik untuk transportasi termasuk datangnya Transjakarta ke Jakarta yang memberikan manfaat bagi kita semua, walaupun jalurnya masih digunakan oleh pengendara lain. Namun yang lainnya pun tergerus  seperti tarif aptb akhir ngikut aja dengan DKI Jakarta, yang awalnya dilarang kalau tidak menurunkan tarif.

Namun saya yakin teknologi inovasi ini terus berkembang dengan berbagai pro dan kontranya, tapi ingat orang Indonesia itu termasuk orang paling kreatif sedunia. Insyallah dapat solusinya.

Share on Google Plus

About abayamin exit

Abayamin exit adalah sebuah nickname penulis ExitBlog yang tergabung dalam Exitmedia.Inc, penulis juga berkreasi melalui bisagini.com dan helloadventuria.blogspot.com. Informasi lebih lanjut bisa hubungi melalui Contact Us.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih komentar anda yang membangun, kritis dan informatif. Mohon tidak lakukan spam maupun junk, untuk kemajuan kita bersama, budayakan komentar setiap kali anda melihat artikel di EXITWRITER