APTB Tidak Selalu Menaikkan & Menurunkan Penumpang di Halte Busway


Sebelum beraktivitas di kota Jakarta saya biasanya menggunakan roda dua untuk mendukung aktivitas kerja yang ada dipinggiran Jakarta, namun kini sejak memiliki tugas yang baru alternatif untuk menghemat waktu angkutan massal adalah solusi terbaik walaupun peminatnya cukup banyak. Seperti Commuterline Bogor-Jakarta yang kian hari makin banyak peminatnya, selain itu moda transportasi yang lainnya TranJakarta yang ada di wilayah Jakarta.

Sedangkan APTB pun menjadi alternatif yang efisien jika Anda ingin menggunakan moda transportasi tersebut, pasalnya APTB ini moda untuk daerah penyokong dari Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Tapi sejak ada penyamaan tarif APTB untuk masuk Jakarta itu harus bertarif murah yakni Rp 3.500 mau tidak mau operator APTB harus menyesuaikan harganya daripada tidak dapat menggunakan jalur busway sesuai dengan tujuan masing-masing.

Namun denga pennyesuaian tarif tersebut ternyata tidak semua APTB menaikkan dan menurunkan penumpang di halte Busway, walaupun saya salah satu penggemar moda transportasi sejak APTB 05 jurusan Cibinong-Grogol hadir di kota Cibinong saya pernah menggunakan jasa transportasi ini. Kalau ingin membandingkan kecepatan menurut saya pribadi APTB ini sangat cepat dibanding milik TransJ, namun ini subjektif sih tergantung minat para penggunanya.


Alasan kenapa tidak selalu menaikkan dan menurunkan penumpang saya pun awalnya kurang tahu, namun beberapa kali naik APTB dari halte busway Cawang saya menemukan alasan kondektur saat berdialog dengan beberapa penumpang."Makanya saya berhenti di halte busway cuma sebentar pak, percuma saya angkut penumpang bayarannya dikit atau banyak penumpang sama saja Rp3.500 jatahnya" Ungkap kondektur APTB yang saya dengar hasil pembicaraannya.

Akan tetapi masih ada ko APTB yang rajin menaikkan penumpang di halte Busway berikut beberapa Busway yang sering mengangkut penumpang "banyak" sesuai pengamatan saya pribadi loh. Balik lagi ini penilaian subjektif masing-masing penumpang bebas untuk menilai.

APTB jurusan Cileungsi-Blok M 
Menurut pengamatan saya supir dan kondektur untuk APTB ini sangat rajin menaikkan penumpang dari halte busway walaupun dalam keadaan macet, tapi tidak dipungkiri ada juga APTB jurusan ini yang tidak menaikkan tapi kalau dihitung rata-rata menurut saya APTB yang satu ini cukup rajin.

Harusnya setiap APTB bukan hanya memikirkan keuntungan semata namun setiap operator APTB harus memiliki jiwa melayani, insyallah jika ada jiwa melayani penumpang reseki itu datang sendiri. Perbaikan moda transportasi kita harus terus ditingkatkan termasuk mental supir, kondektur maupun penumpang sehingga sama-sama melihara semua moda transportasi kita.  
Share on Google Plus

About abayamin exit

Abayamin exit adalah sebuah nickname penulis ExitBlog yang tergabung dalam Exitmedia.Inc, penulis juga berkreasi melalui bisagini.com dan helloadventuria.blogspot.com. Informasi lebih lanjut bisa hubungi melalui Contact Us.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih komentar anda yang membangun, kritis dan informatif. Mohon tidak lakukan spam maupun junk, untuk kemajuan kita bersama, budayakan komentar setiap kali anda melihat artikel di EXITWRITER