Tuesday

Udah Lapor SPT Tahunan Belum ? Diem-diem Bae


Menjelang bulan Maret di kantor saya kerja riweuh tak terkendali, membicarakan apa dan bagaimana yang dilakukan. Ternyata yang mereka ingin tanyakan adalah bagaimana melapor SPT Tahunan Pajak pribadi, mungkin yang sudah lama kerja di perusahaan Anda yang is ok namun yang repot bagi karyawan baru yang benar-benar memperhatikan SPT Tahunannya di perusahaan lama. Karena kita pribadi harus aware sama dengan pajak pribadi kita, terutama karyawan baru yang harus teliti jika sudah dipastikan masuk kerja di perusahaan harus menyerahkan NPWP dan bilang HRD untuk langsung bisa terhubung sama Pajak mereka.

Nah, bagi kalian yang baru aja buat EFIN di kantor pajak terdekat dan langsung menggunakan EFIN nya di Efiling untuk melaporkan SPT Tahunannya, namun Anda harus perhatikan 5 hal yang harus diperhatikan sebelum melaporkan SPT Tahunan. Harus diingat bahwa efiling wajib loh bagi orang prbadi yang karyawan melaporkannya jangan manja. Berikut yang harus di perhatikan :

1. Gunakan alamat e-mail pribadi untuk aktivasi e-Fin, tentu saja e-mail yang masih dapat diakses ketika mengajukan permohonan aktivasi e-Fin. Dan ingat jangan gunakan e-mail perusahaan atau e-mail lain.

2. Pastikan sudah memiliki bukti potong 1721-A1 bagi orang pribadi karyawan atau 1721-A2 bagi bukti potong 1721-A2 (untuk ASN/Anggota TNI/Polri. Nah jika kalian belum merasa menerima bukti potong tersebut, segera minta bukti potong 1721-A1 (untuk karyawan swasta) atau bukti potong 1721-A2 (untuk ASN/Anggota TNI/Polri) kepada pemberi kerja sebelum melakukan pelaporan SPT.

3. Inventarisasi penghasilan lain jika ada diluar penghasilan sebagai karyawan, karena Anda diharuskan mengisi jika ada penghasilan diluar kerja di perusahaan Anda. Penghasilan ini juga termasuk yang bukan merupakan objek pajak seperti warisan atau hibah. Penghasilan lainnya merupakan objek pajak akan diperhitungkan dala menentukan besarnya penghasilan kena Pajak.

4.  Siapkan daftar Harta dan Kewajiban akhir tahun, langkah keempat ini adalah daftar harta dan kewajiban pada akhir tahun pajak akan dilaporkan dalam SPT. Anda harus menyiapkan data terkat harta dan kewajiban tersebut. Data harta itu seperti identitas harta dan kewajiban seperti rekening tabungan, nomor BPKB kendaraan dan lain-lain. Termasuk Anda yang masih kredit KPR di Bank juga dicantumkan kalau ingin dicantumkan dari awal.

5. Langkah terakhir Anda harus memperhatikan dalam tentukan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) penentuan PTKP  yang tepat.Besarnya PTKP akan menjadi pengurang dalam menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak. Tentkan besarnya PTKP yang tepat yaitu sesuai keadaan awal tahun. 

Nah, itu yang harus diperhatikan mungkin tambahan saya adalah dari pada lihat KTP istri maupun anak sebaiknya persiapkan Kartu Keluarga (KK) Anda, karena berkas yang satu itu sangat diperlukan saat mengisi form 1770 S seperti punya saya yang memiliki PTKP K1. 
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Terima Kasih Atas Komentar, Mohon Untuk Tidak SPAM